Di suatu malam hari yang lebih dingin dari biasanya, Si Oom terkapar di tempat tidurnya selimutan plus jaketan diiringi suara ingus dari hidungnya nggak berhentiberhenti.
Tergerak melihat keadaanya yang tak kunjung membaik, Dik Lili yang baik hati menawarkan untuk membuatkan secangkir teh hangat.
"Oom, Li bikinin teh hanget yah"
"Boleh, pake jahe ya, sayang", jawab Si Oom
"Mmm...iya deh, tapi moga-moga ntar nggak ketuker sama lengkuas ya jahenya", kata Dik Lili ngga yakin.
"Ok"
Dalam hatinya sebenarnya ia agak ragu untuk mengiyakan permintaan Si Oom untuk menambahkan jahe ke dalam tehnya. Karena ya itu, Dik Lili sadar kemampuan dirinya dalam menghadapi medan dapur dan membedakan bumbubumbu. Dik Lili ngga pernah pergi ke pasar untuk beli bumbubumbu (kecuali sama mami). Dik Lili selalu pergi ke supermarket kalau beli bumbu. Kalau di supermarket khan bisa langsung lihat ada keterangan nama barang di barcode, jadi ngga mungkin salah. hihihi...
Dik Lili turun ke dapur dan segera membuat segelas teh hangat. Sudah selesai. Tinggal jahenya.
Segera Dik Lili menemukan tempat bumbu diletakkan oleh mama Si Oom. Oh, kebetulan, jahenya ada di luar.
Dik Lili mengambil sebuah jahe danmemotongnya menjadi bagian kecilkecil. Ia membauinya dan berpikir "Koq baunya ngga kya yang wedang jahe yah?" tapi ia tidak menghiraukannya. Lagian baunya sangat familiar dengan hidungnya. Dan lebih polos (atau bodoh) nya lagi ia berpikir kalau dimasukkan air panas, bau tersebut akan menjadi sama dengan bau wedang jahe yang biasa ia beli.
Berharap Si Oom akan segera membaik dengan secangkir teh penuh cinta yang dibuatkannya, Dik Li segera membawa segelas teh jahe tersebut kepada Si Oom.
"Nih Oom, Li uda bikinin teh pake jahe" *girang
"Makasi, sayang" kata Si Oom sambil bangun dari posisi tidur
Seketika Si Oom melihat dan membaui teh jahe bikinan Dik Lili wajahnya berubah.
"Ini KUNYIT bukan jahe!!!!"
"Hah? Oohh..pantes tadi baunya aneh, rasanya bukan kya jahe tp familiar baunya... Hihi kunyit toh, pantes ngga asing baunya, Li kan dulu suka minum jamu kunir asem hihi... yawda, Oom minum aja, kan bedabeda dikit" pinta Dik Lili
"Ngga mau! kan rasanya aneh!"
"Pokoknya minum! Kan uda Li bikinin... huk huk... uda sukur juga dibikinin!" **menyeruput tehnya sedikit, "Tuh khan, rasanya ok-ok aja!"
Tapi Si Oom bersikeras tidak mau minum "teh jahe" cinta bikinin Dik Li dan turun ke dapur sendiri untuk membuat teh beneran jahe....
**Si Oom jahat, ga mau minum padahal kan Li uda semangat bikinnya...walopun salah dikit tp cobain kek dikit...sapa tau malah lebih berkhasiat daripada teh beneran jahe... jadi langsing :D
Riri
Tergerak melihat keadaanya yang tak kunjung membaik, Dik Lili yang baik hati menawarkan untuk membuatkan secangkir teh hangat.
"Oom, Li bikinin teh hanget yah"
"Boleh, pake jahe ya, sayang", jawab Si Oom
"Mmm...iya deh, tapi moga-moga ntar nggak ketuker sama lengkuas ya jahenya", kata Dik Lili ngga yakin.
"Ok"
Dalam hatinya sebenarnya ia agak ragu untuk mengiyakan permintaan Si Oom untuk menambahkan jahe ke dalam tehnya. Karena ya itu, Dik Lili sadar kemampuan dirinya dalam menghadapi medan dapur dan membedakan bumbubumbu. Dik Lili ngga pernah pergi ke pasar untuk beli bumbubumbu (kecuali sama mami). Dik Lili selalu pergi ke supermarket kalau beli bumbu. Kalau di supermarket khan bisa langsung lihat ada keterangan nama barang di barcode, jadi ngga mungkin salah. hihihi...
Dik Lili turun ke dapur dan segera membuat segelas teh hangat. Sudah selesai. Tinggal jahenya.
Segera Dik Lili menemukan tempat bumbu diletakkan oleh mama Si Oom. Oh, kebetulan, jahenya ada di luar.
Dik Lili mengambil sebuah jahe danmemotongnya menjadi bagian kecilkecil. Ia membauinya dan berpikir "Koq baunya ngga kya yang wedang jahe yah?" tapi ia tidak menghiraukannya. Lagian baunya sangat familiar dengan hidungnya. Dan lebih polos (atau bodoh) nya lagi ia berpikir kalau dimasukkan air panas, bau tersebut akan menjadi sama dengan bau wedang jahe yang biasa ia beli.
Berharap Si Oom akan segera membaik dengan secangkir teh penuh cinta yang dibuatkannya, Dik Li segera membawa segelas teh jahe tersebut kepada Si Oom.
"Nih Oom, Li uda bikinin teh pake jahe" *girang
"Makasi, sayang" kata Si Oom sambil bangun dari posisi tidur
Seketika Si Oom melihat dan membaui teh jahe bikinan Dik Lili wajahnya berubah.
"Ini KUNYIT bukan jahe!!!!"
"Hah? Oohh..pantes tadi baunya aneh, rasanya bukan kya jahe tp familiar baunya... Hihi kunyit toh, pantes ngga asing baunya, Li kan dulu suka minum jamu kunir asem hihi... yawda, Oom minum aja, kan bedabeda dikit" pinta Dik Lili
"Ngga mau! kan rasanya aneh!"
"Pokoknya minum! Kan uda Li bikinin... huk huk... uda sukur juga dibikinin!" **menyeruput tehnya sedikit, "Tuh khan, rasanya ok-ok aja!"
Tapi Si Oom bersikeras tidak mau minum "teh jahe" cinta bikinin Dik Li dan turun ke dapur sendiri untuk membuat teh beneran jahe....
**Si Oom jahat, ga mau minum padahal kan Li uda semangat bikinnya...walopun salah dikit tp cobain kek dikit...sapa tau malah lebih berkhasiat daripada teh beneran jahe... jadi langsing :D
Riri









