Setiap orang katanya hidup sudah ada takdirnya masing-masing. Maka dari itu, setiap ada kejadian yang bikin speechless -menirukan kata orang tua: "memang sudah takdirnya begitu, apa mau dikata." Quote yang (mencoba) menghibur dan menguatkan hati.
Well, kalau begitu benar adanya, Ri sudah tau apa takdir hidupnya Ri.
Entah kenapa RI ngga pernah bisa lepas dari yang namanya ceroboh n malu-maluin. Uda ngga kehitung kemaluan dan kecerobohan publik yang Ri perbuat -tanpa unsur kesengajaan tentunya. Sigh...
Mulai dari hobi kesandung, hampir kepleset, ngejatuhin barang, ketinggalan barang, nginjek kubangan,,, yang peristiwanya kalo dijadikan buku mungkin uda sampai bab ke-1002 dengan kejadian yang jenisnya berulang-ulang itu-itu aja.
Seringnya kejadian yang pada umumnya orang anggep sebagai kejadian yang malu-maluin itu terjadi, Ri sampe uda ngga bisa malu lagi klo kejadian-kejadian itu 'menimpa' Ri. Urat malu Ri uda putus untuk urusan yang gitu-gitu! Paling cengar cengir sendiri. hihi...
Dan tadi pagi Ri baru aja menambah 1 bab di Buku Takdir Ri... bab ke 1003...
Cerita berawal dari Ri pergi ke toko alat-alat jahit. Tipikal toko cina dimana barang yang mereka jual spesifik namun lengkap bukan kepalang. Ri dilayani oleh seorang cici paruh baya beralis tatto tebal, bereyeliner kehijauan dan berlipstik merah dan fasih berbahasa Bali. Ngga seperti cici-cici pada umumnya, cici ini ramah pada pelanggan.
"cari apa?"
"ada kancing putih polos transparan?"
"lubang?"
"iya, yang lubang." (menjawab dengan polosnya)
-- si cici tertawa geli "maksudnya lubang berapa?" (sambil cengar cengir)
-- doenggggggggg......g (segera tersadar kebodohan yang baru aja diperbuat)
"lubang 2" (sambil senyum senyum geli)
dan dengan cekatan si cici beralis tatto kehijauan menuju salah satu rak dan mengambil kancing LUBANG 2 yang dimaksud sambil senyum-senyum.
OMG... Riri...! ya jelas aja kancing itu ada lubangnya, emangnya mau dipasang di baju pake apa? pake magnet? pake lem alteco gitu???
Trus.. Salah gue? Ngga, itu salah takdir hidup gue!
Riri